Tentang mengeluh.


Do your best, let Allah SWT did the rest.


Halo,
Udah lama rasanya gak nulis keluhan-keluhan tentang dunia lagi, well, menurut gue mengeluh itu manusiawi. Gue jarang mengeluh, tapi kadang gue mikir kalo ternyata kita perlu mengeluh sesekali untuk sekedar mengingatkan ke diri sendiri bahwa kita manusia normal yang butuh istirahat. Istirahat dari lelahnya berjuang keras menggapai mimpi, istirahat dari sulitnya mempertahankan semangat saat situasi seperti mempersilahkan kita untuk menyerah, juga istirahat dari segala permasalahan hati. Jangan langsung menganggap orang yang lagi mengeluh itu lemah, atau cupu atau apapun you named it, ya, jangan. Kita gak akan pernah benar-benar paham seberat apa masalah yang orang lain jalani sampai kita ngalamin hal itu sendiri. Kalau kita gapunya solusi yang baik buat orang tersebut, cukup duduk dan dengerin keluhannya. Itu udah sangat membantu. 

Salah satu cara yang gue lakukan ketika gue beristirahat adalah, melakukan hal semau gue. Entah itu terdengar solutif untuk kalian atau engga. But it works for me. Gue makan apapun yang gue mau, walaupun uang yang gue punya pas-pasan, nonton film dan baca buku semalaman sampe gak tidur padahal besoknya gue harus tetap kerja dan kuliah. Pokoknya banyak, gue gabisa ngebuka aib gue satu persatu lah. Haha. Memang beresiko, gue tau. Maka dari itu, sebelum gue benar-benar melakukan apa yang udah gue pikirkan biasanya gue udah tau solusinya dikemudian hari. Mungkin karena gue orangnya prepare for the worst banget.

Akhir-akhir ini, ujian dihidup gue lagi sulit banget. Tapi sebanding dengan rejeki yang Allah limpahkan. Semua hal di dunia ini emang harus seimbang kan ya?

This is might be heard dramatic but you guys must know that adulting is hard. Very very hard.

21 menampar gue dengan sangat amat keras bahwa hidup bukan sekedar gimana menjalani ujian dengan sabar dan ikhlas. Tapi juga dengan berani dan nekat. Gimana caranya damai sama diri sendiri, memerima kesalahan yang kita buat sendiri dan hidup dengan menanggung resikonya. Juga bagaimana kita menumbuhkan keikhlasan dalam diri kita dari yang awalnya sebiji jeruk, jadi sangaaaaaat besar. Karna semakin tua, gue sadar akan lebih banyak berhadapan dengan kehilangan dibanding menemukan. Gue bukan manusia yang gampang menemukan, jadi kehilangan satu hal aja sangat berpengaruh ke hidup gue. Gue lebih memilih mempertahankan sesuatu dibandingkan harus menemukan yang baru. Sesulit apapun persoalan tentang mempertahankan, akan jauh lebih mudah buat gue dibanding harus beradaptasi dengan sesuatu baru.

Bicara soal mengeluh, gue beberapa hari ini lagi suka nanya sama diri gue sendiri banyakan mana rejeki dan ujian yang Allah SWT kasih ke gue.. dan dipikir-pikir ya banyakan rejeki. Jadi, segalanya itu seimbang. Ibaratnya gini, lo akan lebih senang kan kalo punya sesuatu yang dibeli dengan lunas? Nah, ibaratkan aja rejeki lo itu adalah sesuatu yang lo dapatkan dari ujian yang sudah lo bayar lunas. Airmata sama keringat lo adalah bayarannya.

Gue kalo lagi ngeluh yang sampe mikir “gakuat gue, mesti gimana ya” ya yang gue lakukan adalah keluar, cari apa yang mau gue lihat entah itu cuman sekedar sesuatu yang ga penting kayak contohnya tembok rumah orang yang paling lo kagumi—bodoamat dah temboknya doang—tapi kadang kita memang butuh keluar, gak hanya meratapi diri sendiri aja, kita butuh liat langit, menghirup udara sedalam yang lo bisa, jalan pelan-pelan sambil nyanyi dalam hati, cari suasana setenang mungkin. Ah, aseli, gue sih asal bisa nemuin tempat adem dan tenang udah girang lagi. Apalagi ada bonus kucing sama buku nya, tambah girang. Bisa lupa kalo beberapa menit sebelumnya gue adalah manusia yang lagi diuji sedemikian rupa.

Kepikiran gak sih, kalo sebenernya kita punya handle yang sangat penting untuk diri kita sendiri. Mau seberapa besar usaha orang lain untuk hancurin kita, kalo kita milih untuk gak mau hancur ya kita gak akan hancur. Tapi kalo kita milih untuk sepasrah itu yaaaaa sayang banget sih, karena sama aja kita biarin orang lain menangin diri kita, giituu~

Jadi, selama gue yakin kalo mengeluh itu hanya sekedar untuk mengingatkan diri gue sendiri bahwa gue cuman manusia normal dan butuh sesekali mengeluh, ya gue mengeluh. Mengeluhkan berbagai macam hal di dunia super luas ini. Karna gue sadar, gue bukan mesin, gue punya hati.
Nah, pada akhirnya disetiap cerita, lo akan jadi satu-satunya yang menyelamatkan diri lo sendiri kan?
Jadi, gausah menggantungkan kebahagiaan sama siapapun. Ketika semesta lagi nguji lo sedemikian rupa, coba deh keluar dan menyendiri. Ngopi dan bengong disuatu tempat baru. Atau boleh juga dikamar dan sendirian. Nyalain lagu yang paling lo suka, baca buku favorit lo, hindari sosmed. Tulis kegundahan hati lo. Berdoa. Nangis sejadi-jadinya. Tumpahin semuanya. Biar cuman Tuhan yang tau seberapa hancurnya diri lo. Yang orang luar boleh tau cuman elo yang biasa mereka lihat adalah manusia yang gak akan hancur oleh apapun. Buat mereka percaya bahwa lo bahagia, itu juga bisa jadi sugesti tersendiri buat alam bawah sadar lo. Gue selalu melakukannya. Ketika dilingkungan sekitar, entah itu lingkungan kerja ataupun lingkungan main, gue mau orang-orang tau bahwa gue baik-baik aja dan bahagia.

Nggak jarang gue berdebat sama diri gue sendiri saat gue lagi menghadapi masalah. Dan ketika gue berdebat sama diri sendiri, gue gak pernah bagi itu ke siapa-siapa, cuy, itu gak enak banget sumpah. Percaya deh, gapunya siapa-siapa untuk berbagi kekhawatiran selain ke diri sendiri itu luar biasa gak enak dan itu adalah satu dari banyaknya hal yang gue harap gak pernah ada dihidup gue.

Tapi, apapun yang terjadi dengan hidup lo, tolong, jangan pernah lupa untuk bersyukur. Sekalipun karunia yang Allah limpahkan berupa ujian dan cobaan, gue selalu mengingatkan diri sendiri untuk bersyukur. Dan sekarang, melalui tulisan ini gue juga mau mengingatkan kalian yang bersedia baca untuk jangan pernah lupa bersyukur. Ya? Oke?

Gue yakin deh, pasti setiap orang pernah mengalami titik terendah di hidupnya masing-masing. Gue dan kalian pernah merangkak untuk menggapai sesuatu. Tapi sudah, sekarang selama lo masih sanggup berdiri diatas kaki lo sendiri, apapun keadaannya, lo mesti bangga sama diri lo, cuy, aseli. Lo keren. Lo hebat. 

What doesn’t kill you makes you stronger, friends..

Incase nobody told you this: "you are awesome. Don't let anybody put you down. Thanks for having done everything well and wisely, you have the right to be happy, reach it and don't ever give up on it. You are a blessing for people around you."




Komentar

Postingan Populer